Beranda > Keluarga, Motivasi, Pendidikan > Menjadi Ayah Idola

Menjadi Ayah Idola

Oleh: Rofiq Abidin

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tundauk patuh kepada Engkau (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Penerima taubat lagi maha penyayang.” (QS. Al Baqarah:  128)

Keluarga idaman yang sering kita sebut “keluarga sakinah mawadah warahmah” tak luput dari peran seorang ayah.sosoknya yang bijaksana, disiplin dan problem solver serta pelingdung keluarga, sangat rekat di sandang seorang ayah yang teladan. Ayah sebagai kepala keluarga mempunyai peran penting mewujudkan semua mimpi masing-masing individu keluarga. Seorang anak membutuhkan sentuhan bijak sang ayah untuk lebih berani mengekplorasi kemampuan dan kelembutan sang ibu akan memberi kenyamanan manjali hidupnya.

Nabiyullah Ibrahim AS memberikan teladan yang sangat baik dalam membangun rumah tangganya, coba kita hayati firman Allah di atas (QS.Al Baqarah: 128) yang memohon kepada Allah untuk keluarganya. Ada tiga hal yang bisa kita petik dari do’a Nabiyullah Ibrahim AS untuk keluarga dan umatnya tersebut:

1. Keislaman

2. Cara-cara dan tempat beribadah

3. Taubat

Jika kita mendalami tiga hal itulah yang mengantarkan terwujudnya keluarga yang “sakinah, mawadah,warohmah”. Pertama, keislaman menjadi nilai dasar ketauhidan dan pijakan tindakan keseharian, jelasnya ajaran Ilahi yang memberi warna bagi pemikirnya. Kedua, cara-cara dan tempat beribadah, tidak hanya keyakinan yang dibangun tapi tehnik meraihnya. Ketiga adalah “pertaubatan” menjadi evaluasi yang efektik terhadap cara-cara amal yang dilakukan, dengan harapan Allah akan menjadi warna sejuk dalam mengarungi bahtera keluarga. Sebenarnya jika kita renungi Nabiyullah Ibrahim AS dalam mewujudkan keluarga yang tuduk dan patuh kepada Allah, Hasilnya beliau mampu mendidik anak nya (Ismail dan Ishak) untuk tunduk dan patuh kepada Allah, Baitullah yang di bangunya bersama anaknya Ismail telah menjadi central peribadatan Umat Islam di seluruh dunia.

Peran Ayah dalam Hidup Anak

Dengan sederet pekerjaan orang tuan diharapkan dapat memberikan waktu kepada anaknya, Dalam suatu penelitian, menyebutkan bahwa anak yang terlibat dalam pengasuhan ank, akan membentuk anak yang lebih mandiri dan berkompeten.  Rasulullah juga memberikan pesan kepada orang tua yakni: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan yang fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikan mereka nasrani, yahudi atau majusi” (HR. Bukhari)

Sabda Rasulullah inipun didukung oleh teori “tabula rasa” yang berpendapat bahwa anak yang dilahirkan dalam keadaan seperti kertas putih, selanjudnya ia akan menerima pengaruh dari di luar dari indra yang di milikinya, pengaruh yang di maksudkan tersebut berhubungan dengan proses perkembangan intelektual dll, peranan seorang anak dalam keluaraga sebagai nahkoda dalam bahtera keluaraga, sebagai pemegang keputusan ayah tentuny memiliki peran besar. Setidak nya ada empat peran dalam kehidupan anak, yang meliputi:

1. Mempersiapkan masa depan, pesiapan sang anak ke depan akan sangat di tentukan bagaimana orang tua mempersiapkan fasilitasnya, baik secara mental maupun secara spiritual. Adapun empati sang ibu akan membatu mendateksi kepribadianya, bakat nya maupun kelebihannya

2. Teman bermain, lebih berani dan berani mengeksplorasi kemampuan anak, itulah sang ayah, sesuatu yang membutuhkan tenaga ekstra mungkin atau lebih ekstim/menantang. Seorang anak akan merasa terlindungi bermain dengan ayahnya.

3. Penyelesaian masalah, cenderung mengakomodasi anak nya untuk menyelesaikan masalah dari pada membantu menyelesaikan sendiri secara langsung. Pelajaran nya, seorang anak akan mempu mandiri menyelesaikan masalah dalam kehidupannya kedepan.

4. Pembimbing/Pemandu, Memberi pengetahuan mana yang salah dan mana yang benar, itu lah yang mesti dilakukan seorang ayah juga ibu. Anak akan merasa nyaman dan ayah pun akan berwibawa, bukan di takuti.

Empat peran ayah bagi kehidupan anak tersebut di atas hendaklah senantiasa di asah demi kelangsungan kehidupan anak dan masa depan nya. Buah hati kita adalah harapan kita.

Ada beberapa hak seorang ayah yang akan mempengaruhi kepribadian anak, yang di sampaikan Rasulullah, yakni: “Hak bapak terhadap anak nya, bahwa bapak mengajarkan anaknya menulis dan membaca dan membaguskan namanya dan menikahkan anaknya apabila sudah baligh” (HR. Ibnu Hajar).

Anak adalah anugerah sekaligus amanah, maka berilah nama yang bagus dan memiliki makna yang bagus pula karena itu mengandung do’a.

Hak-hak itu akan menjadi ketentraman anak kita, mereka akan sangat merasa bangga dengan kita, sehingga mereka akan menjadi anak yang membanggakan bagi orang tuanya. Ikhtiar yang tulus seorang ayah untuk membahagiakan istri dan anaknya, akan membuahkan hasil yang dasyat jika senantiasa belajar dan mengasah kepribadian dan kemampuan, sehingga anak dan istri akan tetap dan terus bangga dengan menyenangkan hati dan memberi rasa aman dan nyaman dalam segala suasana. (ed. jun)

Kategori:Keluarga, Motivasi, Pendidikan Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: